Supaya bisa gemar atau rajin membaca:

Satu, jangan memaksa diri untuk membaca.

Membaca di sini maksudnya membaca buku-buku yang bebas dibaca. Kalau buku yang wajib dibaca seperti buku pelajaran, ya harus dipaksa.[1]

Dua, berusahalah memilih buku yang tepat.

Tidak ada satu buku yang cocok untuk semua orang, tidak ada satu penulis yang bisa disenangi semua orang. Pilih sendiri buku yang cocok bagi Anda, penulis yang Anda senangi. Jangan membenci atau berhenti membaca secara total hanya karena ada satu dua buku yang susah Anda pahami atau tidak dapat Anda nikmati. Dalam satu bidang bacaan, ada banyak sekali buku.[2]

Tiga, tentukan apa tujuan Anda membaca.

Mengapa Anda ingin menjadi pembaca? Mengapa Anda ingin gemar membaca? Bayangkan kondisi yang lebih baik yang dapat Anda peroleh setelah membaca suatu buku atau setelah menjadi kutu buku.[3]

Empat, jangan tergesa-gesa dalam membaca.

Jangan galau kalau Anda membaca lebih lambat daripada orang lain. Pembaca pemula lebih baik membaca dengan lambat. Kalau sudah bosan membaca tinggalkan saja, jangan memaksa untuk meneruskan. Kerjakan yang lain, setelah itu baca lagi.[4]

Lima, jangan ragu untuk mencoret-coret atau membuat catatan di buku.

Buku bukan guci antik yang tidak boleh tergores. Buku cuma alat untuk bersenang-senang. Kalau perlu menekuk halaman “hanca”, tekuk saja. Membuat catatan dapat memberikan kesan “pribadi” bagi buku yang Anda baca. Tapi ingat, pesan ini berlaku jika dan hanya jika buku itu milik Anda. Dilarang keras menekuk dan membuat catatan di buku milik orang lain.[5]

Enam, bergayalah seperti kutu buku.

Koleksi buku sebanyak mungkin walaupun tampaknya Anda tidak akan habis membaca buku-buku koleksi Anda. Rajin-rajin datang ke perpustakaan dan toko buku untuk melihat, meminjam, dan membeli buku bagus yang belum Anda punya. Selalu sediakan buku dalam jarak yang mudah Anda jangkau: di dalam tas, dasbor mobil, pinggir ranjang. Lama kelamaan hubungan Anda dengan buku pasti akan semakin erat.

Tujuh, ingat sekali lagi, tujuan membaca adalah bersenang-senang. Manfaat lainnya boleh datang belakangan.

Jangan jadikan membaca sebagai rutinitas. Bila perlu, siapkan ruang tertentu yang Anda untuk membaca seperti Anda menyediakan ruang untuk salat. Membaca boleh dijadikan sebagai ritual yang sakral dan indah. Atau, usaha apa saja yang meninggalkan kesan membaca adalah sesuatu yang menyenangkan.[6]


[1] Sajid al-‘Abdali, Iqra’: Kayfa Taj‘al al-Qira’ah Juz’an Min Hayatik, Dubai: Dar Madarik li al-Nashr, cet. I, September 2011, h. 19.

[2] Sajid al-‘Abdali, Iqra’: Kayfa Taj‘al al-Qira’ah Juz’an Min Hayatik, h. 20.

[3] Sajid al-‘Abdali, Iqra’: Kayfa Taj‘al al-Qira’ah Juz’an Min Hayatik, h. 21.

[4] Sajid al-‘Abdali, Iqra’: Kayfa Taj‘al al-Qira’ah Juz’an Min Hayatik, h. 21.

[5] Sajid al-‘Abdali, Iqra’: Kayfa Taj‘al al-Qira’ah Juz’an Min Hayatik, h. 22.

[6] Sajid al-‘Abdali, Iqra’: Kayfa Taj‘al al-Qira’ah Juz’an Min Hayatik, h. 23.

About these ads