Tag

, ,

Ahmad Fadhil

Ceramah Umum Fak. Ushuluddin dan Dakwah IAIN SMH Banten, Senin, 081110
Narasumber: Mulyadhi Kartanegara, Moderator: Ahmad Fadhil

Moderator: Tema mayor dalam ceramah umum ini adalah Dinamika Filsafat Islam Di Indonesia. Tema minornya adalah Islamisasi Ilmu Pengalaman Indonesia. Pembicaranya adalah satu dari para pemikir di Indonesia yang memberi perhatian besar pada tema ini dalam karir intelektualnya dengan pandangan yang cukup “unik” dibanding dengan arus utama.

Mulyadhi Kartanegara:

Sejak 70-an islamisasi ilmu menjadi topik yang menarik. Umat Islam menyadari dominasi filsafat Barat dan terjadinya sekularisasi ilmu.Unsur-unsur spiritual disingkirkan, dianggap sebagai ilusi yang harus dijauhi ilmuwan. Pelajaran dari SD-PT diwarnai pandangan keilmuwan Barat yang positivis yang tidak mengakui objek ilmu selain yang inderawi. Yang non fisik dianggap tidak nyata.

Jika ilmu tidak ada objek fisiknya, maka tidak objektif, sementara orang takut jika ilmunya disebut tidak objektif.

Kurikulum di sekolah agama pun menggunakan paradigma Barat yang telah tersekularisasi. Tanpa usaha mengislamkan ilmu, maka guru dan dosen pun menjadi agen sekulerisasi. Ilmu yang disampaikan tidak bersumber pada ajaran dan nilai Islam. Sains tidak lagi menjadi alat untuk mengenal Tuhan lebih dalam lagi.

Filsafat Islam (FI) dapat mengislamisasi sains. Tapi filsafat pun telah mengalami reduksi/penyederhanaan, dipisahkan dari sains, seolah-olah bagian dari metafisika saja, mengawang-awang, membuat orang menjadi pesimis.

Jika kita pahami FI seperti dipahami tokoh-tokoh besarnya, Ibnu Sina-Mulla Shadra, maka FI itu meliputi metafisika dan juga fisika. Sayang kita telah kehilangan jejak pemikiran gemilang itu. Pada abad 12 telah terjadi penerjemahan besar-besaran ke dalam bahasa Latin dan Ibrani, sehingga pengaruh besar FI ini menyadarkan orang Eropa dari Dark Ages yang mereka alami dari abad 6-16, yang justru menjadi abad pencerahan bagi Islam bukan hanya dalam ilmu agama (ulumul quran, hadits, fiqih), tapi juga ilmu yang sekarang disebut ilmu umum/sekuler (matematika, musik, fisika, meteorologi).

Ibnu Sina telah menulis Fisika Dasar yang sangat luar biasa yang mengembangkan ilmu kimia dan memunculkan minerologi.
Dalam bidang botani, farmakologi, … FI memuat baikapplied science dan theoritical science, …

Lihat buku al-Jami li Mufradat … karya Ibnu al-Baithar al-Andalusi. Dia menulis 2500 jenis obat dari tumbuhan–yang 500 diantaranya adalah karya beliau sendiri–yang berkembang menjadi Herbal Drug, yang jika dipelajari bisa menimbulkan Hembing baru dari IAIN. Dia menulis tentang klasifikasi tumbuh-tumbuhan dan manfaatnya.

Contoh lain, dalam bidang Zoologi: para filsuf muslim tidak hanya mengkaji fisik binatang, tapi juga jiwanya. Mereka yakin bahwa selain manusia tumbuhan dan hewan punya jiwa yang hakikatnya tidak terlihat, tapi efeknya dapat diamati. Tumbuhan punya jiwa, jiwa nutrisi. Pohon kelapa mengubah air comberan menjadi obat (obat haus). Bagaimana tumbuh-tumbuhan itu dapat mengubah zat yang sama menjadi buah-buahan yang berbeda?

Al-Jahizh mengklasifikasi hewan lewat alat bergeraknya. Berenang (sirip), melata (perut), terbang (sayap). Dia adalah seorang teolog dan sastera. Tapi, dia menulis 8 bab tentang hewan.

Buku Kalilah wa Dimnah juga membahas karakter-karakter binatang. Dari bahasan ini kita bisa memperhalus karakter akhlak.
Artinya, filsafat tidak hanya mengurusi masalah metafisis, tapi juga matematika, natural science, ilmu praktis: kedokteran, ekonomi, … Filsafat telah menyumbang besar sekali bagi bangunan peradaban, lewat jutaan karya ilmiah-filosofis. Ini dipelajari dengan sangat serius di Oxford. Al-Qanun fi ath-Thibb, 800 tahun mennjadi buku daras di sana, di Budapest, dan Paris.

Di Indonesia, di STF (Driyarkara), UI, bahkan UIN (Jakarta) pelajaran filsafat didominasi kajian filsafat Barat, seolah-olah Islam itu tidak mempunyai filsafat.

Pada tahun 70-an Harun Nasution menulis Filsafat Dan Mistisisme dalam Islam. Dia memaparkan 10 filsuf muslim saja. Padahal ada ribuan filosof dengan karya yang bukan saja belum kita kaji, bahkan belum kita lihat dan belum kita tahu judulnya.

Islamisasi Ilmu
Respon terhadap sekularisasi ilmu yang membuat sebagian ilmuwan menjadi kafir. Laplace, “Tuhan hanya hipotesa dan kini kita tidak butuh lagi hipotesa itu.” Darwin, “Natural selection mencipta makhluk.” Freud, “Bukan Tuhan menciptakan kita, tapi kita yang menciptakan Tuhan saat kita tidak mampu lagi menghadapi tantangan alam, dengan harapan Tuhan menjadi pembimbing dan penjaga.”

Pelajar sosiologi dan antropologi sering tidak sadar bahwa buku-buku yang mereka baca ditulis oleh orang yang telah keluar dari jalur agama.

Islamisasi ilmu di Ina terkadang dihalangi oleh orang Islam itu sendiri.

Islam datang ke Indonesia melalui jalur perdagangan dengan ciri mistis, mewujud dalam NU.

Gelombang pertama: Salafi/Wahabi. Para haji tertarik dengan konsep purifikasi akidah. Mengkristal dalam Muhammadiyah dan Persis. Islam di Ina perlu dimurnikan, tapi jangan drastis. NU harus melanjutkan jihad kultural walisongo, jangan berhenti.

Gelombang II: Harun yang sangat dipengaruhi Abduh yang sangat pro sains setelah melihat perkembangan sains di Eropa (Paris): kembangkan IP tanpa kritik. Ini menghambat Islamisasi Ilmu karena menurut mereka ilmu barat tidak ada masalah di dalamnya.

Gel. III: Rahmanisme (saya murid Fazlur Rahman, tapi lebih mengikuti SH Nasr dalam IP). Modernisme Rahman diikuti Cak Nur, yang di Ina terkadang bertentangan dengan tradisionalisme yang sekarang mewujud dalam JIL. Saya tidak setuju pada beberapa pandangan JIL yang nampak frontal dan keluar dari koridor. Anehnya mereka muncul dari rahim NU, karena mereka adalah kritikus tradisionalisme Islam yang dipengaruhi pemikir TT seperti Abu Zaid dan Hanafi. Mereka lebih banyak mengkritik tradisi Islam sebelum mempelajarinya secukupnya, sehingga konklusi mereka tinggalkan tradisi Islam menjadi mentah.

Ketiga gelombang ini sebenarnya pro sains. Ketika Islamisasi Ilmu menjadi kritik atas Barat, maka kita dapat melihat respon mereka. Lucu, padahal di Barat sains telah dikritik. Fritcof Kapra: mencari kearifan dari Timur (Taoisme), Michael Talbot (Hinduisme). Sains modern butuh bimbingan rohani. Bruno (Perancis) mengambil dari mistisisme Islam untuk menyelamatkan sains dari kebangkrutannya.

Sayang kita membuntuti Barat dengan memegang ekornya. Begitu Barat belok, kita menjadi ekstrem Barat. Jangan inferior di depan Barat.

Tren Filsafat Islam Di Indonesia
Setelah masa NU-MD, ada trend baru.
1. Fundamentalisme (kelanjutan Wahabi/Salafi, Dewan Dakwah, HT, Jamaah Islamiyah): anti filsafat, anti tasawuf, doktriner,
ekslusif, ekstrim, pemahaman Islamnya sempit, merasa membela Islam tapi justru merugikan.
Dewan Dakwah sudah bisa dicoret dari daftar ini, karena mereka mulai menerima filsafat.

2. Islam Liberal (JIL, ICRP [Indonesian Conference on Religion and Peace): melangkah terlalu jauh seperti menghalalkan pernikahan homoseks.

Kubu 1 dan 2 sama-sama ekstrim, kita harus cari jalan tengah.

Teori-teori tentang Islamisasi Ilmu
1. Naquib al-Attas, pendiri ISTAC (dia yang menggambar dan membangunnya). Islamisasi = Dewesternisasi = meruntuhkan teori Barat, didekonstruksi, dikritik, baru Islamisasi ilmu. Mengfusikan elemen Islam dalam semua cabang IP kontemporer. Di Ina ini diikuti oleh INSIST.

2. Ismail Raji al-Faruqi, IIIT, –> upaya mengarahkan kembali IP dengan memberi definisi baru IP dengan 12 langkah.a. Penguasaan sains modern dengan kategori-kategorinya.
b. Survey terhadap disiplin2 ilmu barat.
c. Menguasai warisan ilmu Islam: antologi/bunga rampai. (Integrasi Ilmu: Sains bisa diislamkan karena sains itu tidak bebas nilai, tidak universal, karena sains bukan fakta, sains adalah fakta plus penjelasan. Penjelasan tergantung kepada siapa yang menjelaskan. Jika yang menjelaskan tidak percaya Tuhan, sainsnya pun tidak percaya Tuhan, Reaktualisasi Tradisi Ilmiah Islam).
d. Menguasai warisan ilmu Islam: analisa.
e. Menentukan relevansi Islam dengan disiplin-disiplin ilmu. (Terjemahan Rasail Ikhwan ash-Shafa: ilmiah dengan nilai ketuhanan yang sangat kental. Ada makhluk yang hidup di dalam tanah dan tidak diberi mata oleh Tuhan. Ini bukan kekurangan, melainkan kearifan Tuhan. Allah tidak menciptakan sesuatu yang sia-sia. Keadilan Tuhan selalu ada dalam penjelasan ilmiah. al-Jahizh, zoologi masuk dalam ilmu agama, karena bertujuan menjelaskan keagungan Tuhan di dunia hewan. Al-Jahizh: tumbuhan tidak merasa sakit bila tersengat matahari. Rasa sakit bermanfaat buat manusia, untuk mengingatkannya akan bahaya.)
f. Menguji kembali ilmu modern secara kritis.
g. Menguji kembali ilmu warisan Islam secara kritis.
h. Survey problem nyata umat Islam.
i. Survey problem nyata umat manusia.
j. …
k. Membawa ilmu ke frame Islam.
l. Distribusi islamisasi sains.

3. SH Nasr (ini juga guru saya): kritislah terhadap Barat. Ada unsur sakral dalam ilmu, karena objek ilmu adalah alam dan alam adalah ayat Allah. Al-Quran menjadi suci tidak karena dirinya sendiri, tapi karena al-Quran adalah ayat Allah. Demikian juga alam. Guru agama dicium tangannya, guru fisika juga.

Islamisasi Ilmu Di Indonesia
Ada tantangan terhadap upaya ini dengan dasar anggapan universalisme ilmu. Padahal ada Hellenisme, yaitu upaya meng-Yunani-kan ilmu. Ada upaya mengadaptasi ilmu yang dilakukan suatu komunitas terhadap khazanah ilmu yang mereka pelajari dari peradaban lain. Islamisasi adalah upaya adaptasi tersebut yang dilakukan oleh umat Islam. Islamisasi berarti menghilangkan unsur syirik ilmu dari peradaban lain yang masuk ke dalam peradaban Islam. Socrates minum racun karena dia mengajarkan Tauhid. Dia disuruh mencabut perkataan itu. Socrates adalah syahid. Ini diikuti oleh Plato, Aristoteles, Plotinus …

Wajar juga jika kita melakukan Indonesiaisasi Ilmu. Islamisasi Ilmu = Naturalisasi Ilmu.

Pandangan tentang Islamisasi ilmu di Indonesia.

1. Kalangan modernis di Indonesia menganggap Barat seperti anti kritik. Islam dikritik tidak apa-apa. Tapi bila Barat dikritik, mereka segera tampil membelanya. Integralisasi ilmu = ilmu dan sains bahu-membahu, tidak saling mengkritik,

2. INSIST, UNIISULA (Universitas Sultan Agung Semarang)

3. Ayatisasi: mencari ayat-ayat al-Quran (Agus Purwanto) untuk penemuan-penemuan ilmiah yang dilakukan oleh Barat. Dasarnya keliru: menganggap sains Barat sudah Islami. UIN Malang, ITB, IPB, Depag. Ini bentuk Islamisasi Ilmu yang paling banyak.

4. Pengilmiahan Islam: Scientifikasi Islam, seolah-olah Islam tidak ilmiah, menjadi tunduk kepada sains.

5. New Respond: pendekatan filosofis epistemologis dalam Islamisasi Ilmu: Hidayat Nataatmaja dan Mulyadhi Kartanegara. Muhammad Abdul Quddus membahas pendapat Hidayat.

Islamisasi ilmu tidak dimaknai secara literal. Penemuan sains tidak boleh bertentangan dengan prinsip dan doktrin Islam. Islam = prinsip-prinsipnya. Dilakukan pada level epistemologi; niscaya karena banyak teori ilmiah yang nyata2 bertentangan dengan fil; mungkin karena sains tidak dapat objektif secara keseluruhan (fakta itu objektif, tapi sains adalah fakta dan penjelasan); hanya salah satu dari upaya naturalisasi ilmu, upaya warga untuk mengadaptasi ilmu; islamisasi ilmu bisa disebut integralisasi; dilakukan langkah praktis (lewat CIPSI),

CIE: Center For Islamic Epistemolgy
Tujuan terakhirnya adalah reformasi kurikulum
Workshop: studi kritis terhadap sains barat, sains islam.
16 aspek islam yang harus dikuasai pelajar muslim.

islamisasi dan integrasi ilmu sudah makin diterima.
pengantar studi islam karya mulyadhi diterima di fak sains uin jkt. quraisy shihab, “buku ini tidak bagus, tapi bagus sekali.”
1. sejarah islam dari permulaan sampai modern
2. islam
3. muhammad
4. al-quran
5. hadits
6. fiqih
7. kalam
8. tasawuf
9. filsafat
10. sains
11. mat
12. kedokteran
13. psikologi
14. etika

Moderator: Tak kenal maka tak sayang. Begitulah nasib FI di Indonesia. Kita kehilangan jejak kejayaan sains dan filsafat dalam peradaban Islam.

Hamidi, th: agama bukan ilmu, tapi doktrin. barat tidak percaya pada agama. apa artinya?

jawaban:
1. walaupun agama itu doktrin, tapi tidak berarti tidak dapat dikaji secara ilmiah. ibnu khaldun: ulum naqliyah dan ulum ‘aqliyah. tafsir adalah kajian ilmu, ilmu jarah wa tadil adalah ilmiah. doktrin adalah prinsip seperti Tuhan itu ada. tapi bagaimana konsep tuhan itu macam-macam dan kajian ini bisa ilmiah. prinsip: tuhan itu esa. deskripsi tuhan: illah, nurul anwar, wajibul wujud. doktrin ada di agama dan sains juga. Spiritual Brain: Science sekarang sudah kehilangan arah. Science masih mau mencari kebenaran atau mau mempertahankan kebenaran. ada banyak fakta yang bertentangan dengan materialisme tapi ditolak ilmuwan karena mereka hendak mempertahankan materialisme. jadi, sains modern berusaha mempertahankan ideologi dengan menolak segala bertentangan dengan doktrin mereka. kadang-kadang sains dipertahankan secara sangat dogmatis, seperti oleh positivis. masalahnya kata “ilmiah” sering disamakan dengan kata “scientific”.

farhan, af: filsafat sejarah islam?
2. filsafat sejarah. salah satunya bisa dibaca dalam buku al-Muqaddimah. kritik IK terhadap metodologi yang dipakai selama itu. penulisan sejarah sama dengan penulisan hadits, terlalu fokus pada sanad dan kurang memperhatikan matan. Penulisan sejarah harus dikonfrontasikan dengan fakta. informasi sejarah harus ditolak jika tidak rasional. hasan al-bashri dan rabiah adawiyah. ada rentang 76 tahun antara wafat hasan dengan wafat rabiah. science of culture, ulum umran. sejarah adalah peristiwa fisik yang dilakukan oleh manusia yang harus diteliti sejarahwan karena memiliki prinsip/makna batin/hukum-hukum yang melandasinya. karena itu buku sejarahnya berjudul al-‘ibar. ibrah = fenomenologi. ada cyclus dalam sejarah, ada hukum tentang panjang pendeknya hidup suatu dinasti dalam 4 tahap dari pembentukan sampai kehancuran kembali. muhsin mahdi menganalisa muqaddimah.

ade jaya, dosen:
saya setuju dengan islam itu tidak bebas nilai. tapi,
1. bagaimana dengan islamisasi ilmu sosial?
2. bagaimana dengan islamisasi ilmu natural dan teoritical, seperti adakah fisika dan matematika islam?

jawaban:
penjelasan pemikir muslim tentang alam dan manusia berbeda dengan pemikir lain. al-alam huwa al-insan al-kabir. al-insan huwa al-‘alam ash-shaghir. alam punya jiwa. daya-daya spiritual, itulah jiwa. hanya saja jiwa itu bertingkat-tingkat kekuatannya. tidak ada sesuatu yang sepi dari kekuatan spiritual. psikologi modern: jiwa sebagai substansi immaterial sudah ditolak. soul –> mind –> consciusness –> fungsi neurologis otak. pandangan ini tidak membantu keimanan kepada hari akhir. ini bukti bahwa sains modern tidak netral.
alam tidak fisik melulu, ada yang spiritual, ada yang ilahiyah. jika kita menganggap alam sebagai benda mati, maka kita akan menjadikannya objek semata-mata.
matematika islam?
di barat 2+2 = 4, di islam?
ikhwan sofa: angka merujuk kepada entitas non fisik. 234 adalah konsep. non fisik. percayakah kita kepada objek matematika? kita ragu di sini. 1 melambangkan tuhan. alam berpasangan = 2. sebagaimana tidak ada 2 tanpa ada 1, tidak ada alam tanpa tuhan. objek matematika itu ada walaupun tidak terlihat mata, seperti x ray, sinar gamma, begitulah objek matematika. dia adalah entitas spiritual yang beroperasi di alam. objek matematika tidak hanya ada di dalam pikiran kita, tapi juga di luar kepala kita. dia nyata, tapi tidak fisis.
al-kindi: untuk paham metafisika, terlebih dulu harus paham matematika.
ada istilah mahsusat dan ma’qulat. objek yang kedua-duanya di percayai ada. ada perbedaan fundamental antara sains islam dengan sains sekuler.

m arif bachtiar, th:
apa beda epistemologi barat dengan islam (cara dan sumber ip)
islam percaya sumber ilmu indera, akal, hati, wahyu. ghazali dalam misykat al-anwar. saya melihat seseorang dengan mata, yang saya lihat itu adalah fisiknya. tapi, ide orang itu, keluh kesahnya harus saya lihat dengan akal. epistemologi islam lebih luas daripada epistemologi barat.

Pesan penutup:

jangan ragu belajar filsafat, tapi cari guru yang benar. jangan ragu soal pekerjaan setelah belajar filsafat. sejarah menunjukkan para filsuf dimuliakan penguasa. di bidang apa pun yang engkau ambil, belajarlah sampai menjadi ahli. jangan medioker!!