Ahmad Fadhil

Bismillâhirrahmânirrahîm

PENDAHULUAN

Segala puji bagi Allah SWT yang telah menyimpan di dalam setiap ayat Al-Qur’an rahasia yang tidak terhitung, pesona yang takkan habis, dan mukjizat yang takkan terlawan. Shalawat dan salam bagi nabi kita, Muhammad saw, juga bagi keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, ajari kami hal-hal yang bermanfaat bagi kami, sesungguhnya Engkau Maha Tahu dan Maha Bijaksana. Kami berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, dan doa yang tidak terijabah.

Allah SWT berfirman tentang Al-Qur’an,

ونَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ,

“Kami telah menurunkan al-Kitab kepadamu sebagai penjelas bagi segala sesuatu, hidayah, rahmah, dan berita gembira bagi kaum Muslim.” (an-Nahl [16]: 89)

Nabi saw bersabda,

وَلاَ تَنْقَضِي عَجَائِبُهُ,

Pesona-pesonanya tidak akan pernah habis.” (HR. At-Tirmidzi)

Al-Qur’an, pada masa penurunannya, menantang para pakar bahasa Arab hingga mereka mengaku tidak berdaya untuk membuat kitab yang sama dengannya dan menyadari nilai bahasanya tidak mungkin buah karya manusia. Karena itu, mukjizat Al-Qur’an muncul pada masa itu dalam bentuk linguistik agar sesuai dengan masanya dan efektif dalam menyampaikan hidayah Islam kepada manusia.

Kita semua mengetahui kisah Umar bin al-Khaththab ra ketika mendengar ayat-ayat dari surah Thâhâ. Keindahannya mempengaruhi beliau dan membuat beliau paham bahwa Al-Qur’an ini kalamullah, sehingga beliau beralih dari kemusyikan dan kesesatan kepada tauhid dan keimanan! Demikianlah efek keindahan bahasa bagi orang yang memahami dan menyadarinya. Mereka tidak berdaya, menunduk, dan mengakui kelemahan mereka di hadapan gaya bahasa, keindahan, dan kejelasan Al-Qur’an.

Pada masa penemuan-penemuan ilmiah, para ilmuwan modern mampu menyibak banyak misteri alam semesta. Beberapa wacana tentang fakta-fakta saintifik ternyata telah diinisiasi Al-Qur’an, padahal pada masa ia diturunkan, fakta-fakta ini tidak diketahui oleh siapapun. Keharmonisannya dengan kemajuan ilmiah modern memperlihatkan kemukjizatannya dalam format ilmiah. Akibatnya, dari waktu ke waktu kita terus mendengar berita masuknya Islamnya para saintis Barat dikarenakan persentuhan mereka dengan satu dari sekian banyak ayat mukjizat ilmiah di dalam Al-Qur’an.

Diantaranya, Keith Muller, seorang ilmuwan besar dalam bidang Geneologi. Dia telah mengobservasi fase-fase perkembangan janin di rahim ibu selama bertahun-tahun. Lalu, ia dikejutkan oleh fakta bahwa Al-Qur’an telah menguraikan fase-fase ini secara terinci 14 abad lalu!! Pada momen itu, berkat bahasa ilmiah, dia tersadar bahwa Al-Qur’an bukan karya manusia, melainkan firman Tuhan manusia! Demikianlah efek dari mukjizat ilmiah bagi orang yang menyadari, memahami, dan mengetahuinya.

Kini, kita hidup di masa baru yang dapat disebut sebagai era teknologi angka. Kita dapat bertanya-tanya, “Karena Allah SWT telah mengatur segala sesuatu di alam ini secara sangat sistematis, apakah Dia juga mengatur segala sesuatu di dalam Al-Qur’an dengan cara yang sama?” Melalui bab-bab buku ini kita akan melihat bahwa ayat-ayat, surah-surah, kata-kata, dan huruf-huruf Al-Qur’an telah diatur Allah SWT dengan sistem yang berbasis angka 7 sebagai dalil bahwa Ia bersumber dari Tuhan 7 lapis langit!

Harus saya tegaskan dan tekankan bahwa mukjizat Al-Qur’an, baik dalam aspek keindahan bahasa, ilmiah, kauniyah, medis, hukum,  kegaiban, maupun aspek-aspek lainnya, akan terus ditemukan dan diperbarui hingga hari Kiamat. Struktur numerik yang akan kita lihat di dalam buku ini hanyalah setetes air di samudera mukjizat, pesona, dan keajaiban Al-Qur’an, seperti yang dikatakan Rasulullah saw di dalam hadits di atas, “Pesona-pesonanya tidak akan habis.” (HR. At-Tirmidzi).

Al-Qur’an adalah kitab suci yang sangat teratur. Setiap kata di dalam setiap ayatnya sangat indah. Makna yang dikandungnya sangat dalam dan gaya bahasanya sangat kuat. Selain itu, pengulang-ulangan kata dan hurufnya juga sangat teratur! Berdasarkan hal ini, saya katakan, yang dimaksud dengan mukjizat angka Al-Qur’an adalah relasi angka antara huruf-huruf, kata-kata, ayat-ayat, dan surah-surah Al-Qur’an yang disimpan Allah SWT di dalam kitab-Nya untuk menjadi bukti material dan indriawi bagi kaum materialis bahwa Al-Qur’an adalah Kitabullah.

Al-Qur’an memang kitab hidayah. Tapi kita harus sadar bahwa hidayah harus melalui sebab-sebab tertentu. Penelitian di dalam buku ini adalah satu di antara berbagai upaya untuk meneguhkan keyakinan dan menyampaikan hidayah itu, karena boleh jadi bahasa angka lebih efektif dan lebih fasih bercerita dari bahasa verbal!!

Mukjizat angka adalah metode baru dalam mendakwahkan Al-Qur’an dengan bahasa yang dipahami seluruh manusia apapun bahasa mereka. Setiap mukmin hanyalah orang yang bertugas menyampaikan mukjizat ini kepada non-mukmin. Karena itu, tidak sepantasnya dia mengatakan Al-Qur’an tidak membutuhkan bukti-bukti angka, ilmiah, atau linguistik. Orang yang peduli pada kitab suci Tuhannya tidak akan merasa cukup dengan ilmu yang telah dia miliki. Dia pasti selalu giat menambah ilmunya tentang Al-Qur’an yang akan menjadi pemberi syafaat baginya di hadapan Tuhan pada hari Kiamat.

Renungilah kisah Nabi Ibrahim as ketika memohon kepada Allah SWT agar memperlihatkan kepadanya mukjizat yang menunjukkan proses menghidupkan yang mati.

Allah SWT berfirman,

أََوَلَمْ تُؤْمِنْ  ,

“Apakah engkau tidak mengimani hal itu?”

Nabi Ibrahim menjawab,

بَلَى وَلَكِنْ لِيَطْمَئِنَّ قَلْبِي ,

“Tidak demikian, tapi agar hatiku tenang.” (QS. Al-Baqarah [2]: 260)

Subhânnallâh. Beliau ingin lebih dimantapkan dan diyakinkan oleh Allah SWT! Jika demikian kondisi seorang kekasih Allah SWT, bagaimanakah halnya dengan kita pada saat ini? Bukankah kita lebih membutuhkan mukjizat untuk meneguhkan kebenaran, keimanan, dan keyakinan kita?

Renungilah juga firman Allah SWT,

أَفَلا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلافاً كَثِيراً,

“Apakah mereka tidak merenungi Al-Qur’an? Jika ia berasal dari selain Allah, tentu mereka akan mendapati banyak pertentangan di dalamnya.” (QS. An-Nisâ’ [4]: 82)

Ayat ini memberi isyarat yang jelas dan seruan yang tegas agar kita merenungi keteraturan kalamullah, dan menangkap perbedaannya dengan ketidakteraturan perkataan manusia, hingga kita memperoleh keyakinan bahwa Al-Qur’an adalah Kitabullah.

Lewat beberapa bab buku ini kita akan menikmati perjalanan yang mengasyikkan di bawah huruf-huruf, kata-kata, dan surah-surah Al-Qur’an. Kita akan menemukan bahwa Al-Qur’an lebih agung dan lebih dahsyat daripada yang kita bayangkan sebelumnya. Bagaimana tidak, ia adalah Kitab Tuhan pencipta alam semesta?!

Dari awal hingga akhir halaman buku ini saya menggunakan metode ilmiah dan pasti untuk membuktikan bahwa seluruh angka Al-Qur’an diatur dan dikendalikan oleh perhitungan angka yang sangat cermat dan teliti. Kesimpulan-kesimpulan kajian ini tidak memberi ruang bagi kebetulan atau asal-asalan, melainkan manifestasi dari mukjizat Kitabullah yang dahsyat. Bahasa angka adalah bahasa pasti. Jika kita tahu bahwa setiap huruf dalam Kitabullah telah ditempatkan dengan neraca yang sangat tepat dan akurat, maka kita pun tahu bahwa pengurangan atau penambahan satu huruf saja akan membuat neraca ini kacau-balau. Jadi, bahasa angka adalah bahasa yang saya jadikan bukti bahwa Allah SWT telah menjaga setiap huruf di dalam kitab-Nya hingga hari Kiamat.

Dalam hal ini, Dia berfirman,

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ,

“Sesungguhnya Kami-lah yang telah menurunkan adz-Dzikr dan Kami-lah yang akan menjaganya.” (QS. Al-Hijr [15]: 9).

Jumlah penduduk dunia saat ini lebih dari 6 milyar. Kebanyakan dari mereka tidak memahami bahasa Arab. Meskipun demikian, Al-Qur’an diturunkan bukan untuk orang Arab saja, tapi untuk seluruh manusia. Muhammad saw adalah rasul untuk alam semesta. Beliau bertugas menyampaikan risalah untuk mereka semua, sebagaimana dijelaskan firman Allah SWT,

تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيراً,

“Mahasuci Allah yang telah menurunkan al-Furqân kepada hamba-Nya agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.” (QS. Al-Furqân [25]: 1.

Bukankah bahasa yang kini dipahami seluruh manusia adalah bahasa angka?

Allah SWT telah menurunkan Al-Qur’an dan menjelaskan segala sesuatu di dalamnya.

Dia berfirman,

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَاناً لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدىً وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ,

“Kami telah menurunkan al-Kitab kepadamu sebagai penjelasan tentang segala sesuatu, hidayah, rahmah, dan berita gembira bagi kaum Muslim.” (QS. An-Nahl [16]: 89)

Ayat ini menegaskan bahwa Al-Qur’an mencakup segala ilmu, bahkan segala hal. “Penjelasan tentang segala sesuatu.” Keberadaan ilmu matematika di dalam Al-Qur’an ini adalah bukti kebenarannya dan  bukti bahwa ia adalah Kitab Universal.

Mukjizat angka menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah struktur yang berbasis angka 7. Keberadaan angka 7, dan bukan yang lainnya, juga merupakan dalil tentang keesaan Allah SWT. Jika kita tahu bahwa jumlah lapisan setiap atom di dalam alam ini 7, lalu kita juga tahu bahwa setiap huruf di dalam Kitabullah terulang-ulang dalam sebuah sistem yang berbasis angka 7, seketika itu kita pasti tahu bahwa Pencipta alam raya itulah Penurun Al-Qur’an.

Tugas terberat dalam tema mukjizat angka adalah menetapkan bahwa tidak seorang pun yang dapat membuat sesuatu yang sama dengan Al-Qur’an, walaupun satu surah saja. Instrumen-instrumen bahasa tidak mampu mengajukan bukti material untuk hal ini. Karena itu, sistem angkalah bukti kongkrit kebenaran Kalamullah.

Allah SWT berfirman,

قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْأِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْآنِ لا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيراً,

“Katakanlah, ‘Sekiranya manusia dan jin bersatu untuk membuat sesuatu yang sama dengan Al-Qur’an ini, mereka tidak akan mampu membuatnya, meskipun mereka saling menolong satu sama lain.” (QS. Al-Is‘ [17]: 88)

Melalui buku ini saya memperlihatkan kepada anda keagungan sistem yang sangat menawan ini satu per satu. Saya akan mematuhi metode ilmiah dan syar’i dalam menggali fakta-fakta angka dari dalam Al-Qur’an dan tidak akan memasukkan angka apa pun dari luarnya.

Pada bab satu, “Pancaran-Pancaran Angka 7 Di Dalam Al-Qur’an,” kita akan mengungkap beberapa rahasia angka 7 di dalam Al-Qur’an, alam semesta, kehidupan dan hadits-hadits Nabi saw. Kita akan melihat beberapa keselarasan yang luar biasa dari ungkapan-ungkapan dan kata-kata Al-Qur’an dengan angka 7. Saya pastikan, semua keselarasan ini bukan kebetulan. Tapi, tetap tersisa pertanyaan, bagaimana hati kita dapat menerima kesimpulan bab ini dengan tenang.

Jawaban untuk pertanyaan ini saya paparkan pada bab dua, “Aturan-Aturan Dalam Mengkaji Mukjizat Angka Al-Qur’an.” Di sini saya mengupas berbagai pertanyaan dan kritik yang telah diajukan kepada kajian mukjizat angka pada masa kontemporer. Saya akan menjawabnya dengan jelas dan tegas, lalu menerangkan apa tugas kita terhadap ilmu yang baru tumbuh ini. Saya juga menjelaskan kewajiban yang harus dipatuhi oleh setiap peneliti dalam ilmu ini agar penelitiannya diterima dan mencerminkan mukjizat Al-Qur’an, dan bukannya sekadar kebetulan.

Pada bab ini juga saya gariskan metode yang saya pakai di dalam buku ini dan dasar matematika yang saya jadikan sandaran dalam mendeduksi mukjizat Al-Qur’an. Saya tahu bahwa penelitian apa pun terhadap Al-Qur’an wajib berbasis pada pondasi agama dan ilmiah dan saya lihat sejumlah kesalahan serta kekurangan pada beberapa penelitian mukjizat angka bersumber pada ketidakpatuhan kepada metode penelitian yang ilmiah dan valid.

Setelah itu, pada bab tiga, “Di Bawah Naungan Ayat Pertama Al-Qur’an,” saya meneliti nash yang dijadikan Allah SWT sebagai pembuka Kitab suci-Nya, yakni بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ. Di dalam bab ini kita akan melihat mukjizat hakiki yang menyingkapkan diri dari 4 kata! Keselarasan huruf-huruf dan kata-kata ayat yang agung ini dengan angka 7 benar-benar mengagumkan. Jumlahnya lebih dari 70 kali!

Pada bab 4 kita akan melihat berbagai misteri dan keajaiban dari “Kata Terindah Dalam Al-Qur’an,” yaitu kata الله. Berbagai keselarasan yang memukau dikarenakan keteraturannya yang sangat stabil dan strukturnya yang sangat menawan, juga penyebaran kata-kata lafal ini yang sangat indah di sepanjang ayat-ayat, kata-kata, dan surah-surah Al-Qur’an. Keberadaan sistem yang teratur bagi kata الله di dalam Al-Qur’an ini tak ubahnya “tanda tangan” dan “stempel” dari Allah SWT terhadap kebenaran firman dan risalah-Nya!

Pada bab 5, “Perjalanan Bersama Surah Teragung Di Dalam Al-Qur’an”, kita tetap berada di bawah naungan pembuka Kitabullah. Di sini kita akan menemukan struktur mukjizat yang berbasis angka 7 dan pengulangannya di dalam surah yang dijuluki as-Sab’ al-Matsânî (Tujuh yang berlipat-lipat), yang di dalamnya huruf-huruf dari kata الله terulang-ulang tepat sebanyak 7 X 7.

Pada bab 6, kita tidak beranjak jauh dari permulaan Al-Qur’an. Kita akan memfokuskan diri untuk meneliti “huruf-huruf istimewa” pertama di dalam Al-Qur’an. Bab ini saya beri judul, “Rahasia Huruf-Huruf Istimewa Di Dalam Al-Qur’an.” Bab ini berisi paparan tentang misteri huruf-huruf yang dijadikan Allah SWT sebagai pembuka beberapa surah sehingga membentuk struktur yang berbasis angka 7. Perlu saya ungkap, huruf-huruf istimewa ini, selain yang diulang-ulang, berjumlah 14; dan surah-surah yang dimulai dengannya, selain yang diulang-ulang, juga berjumlah 14, yakni 2 x 7.

Selanjutnya, saya membahas Asmâ Al-Husnâ. Kita tahu bahwa Asmâ Al-Husnâ muncul di dalam banyak surah. Pada bab 7, “Pancaran Asmâ al-Husnâ Di Dalam Al-Ikhlâsh,” kita akan melihat keajaiban yang tiada batasnya di dalam surah yang disebut Rasullullah saw sama dengan sepertiga Al-Qur’an, yakni Al-Ikhlâsh, yang berisi penjelasan tentang tauhid dan kesucian Allah SWT memiliki dari anak dan pasangan. Di dalam surah ini kita melihat dengan jelas sifat-sifat Allah SWT, keesaan-Nya, dan huruf-huruf Asmâ Al-Husnâ.

Bab 8 saya khususkan untuk mengkaji “Mukjizat Huruf-Huruf Al-Qur’an Dan Angka 7″. Di sini saya mengupas banyak ayat, frasa, dan nash-nash Al-Qur’an yang huruf-hurufnya selaras dengan angka 7. Bab ini membuktikan bahwa mukjizat angka tidak terbatas pada satu surah atau sekumpulan ayat saja, tapi semua isi Al-Qur’an adalah mukjizat yang sangat memukau. Dengan bahasa angka saya buktikan juga keberadaan mukjizat pada cara penulisan huruf-huruf Al-Qur’an, serta saya simpulkan bahwa cara ini berasal dari Allah SWT dan tidak boleh diubah sama sekali.

Bagaimana dengan keterikatan di antara nomor-nomor ayat? Ini saya bahas pada bab 9, “Mukjizat Dan Sistematika Nomor Ayat-Ayat Al-Qur’an.” Di dalam bab ini kita menemukan rahasia pengulangan kata-kata Al-Qur’an. Setiap kata terulang di dalam Al-Qur’an dengan sistem kelipatan 7 yang sangat teratur dalam bentuk yang sama sekali tidak memungkinkan adanya kebetulan di dalam Al-Qur’an.

Bahkan, sistematika dan susunan surah-surah juga mengandung mukjizat yang sangat jelas. Inilah yang saya paparkan lewat berbagai contoh pada bab 10, “Mukjizat Dan Sistematika Surah-Surah Al-Qur’an.” Di dalam bab ini kita akan menemukan bahwa kata-kata Al-Qur’an terulang-ulang dengan mengikuti tatanan bahasa dan angka.

Kita akan menyingkap “Mukjizat Pengulangan Kisah-Kisah Dalam Al-Qur’an” pada bab terakhir. Lewat contoh beberapa kisah yang saya pilih, kita akan menjawab pertanyaan yang telah lama dimunculkan orang-orang yang memunculkan keragu-raguan terhadap Al-Qur’an, yakni mengapa sebuah kisah diulang-ulang di dalam beberapa surah? Pada bab ini para pembaca akan melihat dengan jelas hikmah dan mukjizat dari pengulangan kisah-kisah Al-Qur’an.

Terakhir, saya tegaskan, mukjizat angka di dalam Al-Qur’an tidak terbatas pada angka 7, melainkan juga pada bilangan-bilangan primer lainnya, yaitu bilangan-bilangan yang tidak habis dibagi kecuali oleh 1 dan dirinya sendiri, seperti 11 dan 13, sebagai dalil tentang keesaan penyusun angka-angka ini !

Banyak poin dari bab-bab ini yang masih membutuhkan kajian lebih lanjut. Ini insya Allah SWT akan saya lakukan pada penelitian berikutnya, sementara buku yang sederhana ini hanya membawa kita untuk menikmati tidak kurang dari 700 fakta angka yang merupakan kelipatan 7!

Ya Allah SWT terimalah amal kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Hamsh, 23 Rabi al-Awal 1426/ 2 Mei 2005

Ir. ‘Abd ad-Da’im al-Kaheel.

Kaheel7@yahoo.com

Edisi Cetak Terjemahan ini dipublikasi oleh Penerbit Sahara dengan judul Mukjizat Angka Tujuh.

About these ads